20 Etika Berkunjung Ke Jepang, Pelajari Dulu Budaya Jepang Ya Sobat Sebelum Ke Sana 

Banyak turis saat berkunjung ke Jepang merasa kaget dengan tradisinya yang menurut sebagian orang terlalu kaku. Tak heran jika sebagian turis menjadi kikuk dan merasa bersalah karena menjadi pusat perhatian saat melakukan hal yang tak lazim dilakukan warga Jepang. Ingat loh, Jepang adalah negara yang memiliki budaya dan tradisi yang kental. Nah bagi sobat Gulalives ingin berlibur atau berkunjung ke Jepang, sebaiknya pelajairi dulu tradisi di negeri matahari terbit tersebut.
1. Etika Hormat
Membungkuk merupakan hal yang bagi masyarakat Jepang untuk memberi salam atau meminta maaf. Dari saat mereka memasuki sekolah dasar, orang Jepang belajar untuk menghormati orang tua – dan membungkuk adalah bagian dari itu. Seberapa dalam tunduk kepada siapa adalah penting juga. Tunduk pada teman pada diambil sudut 30 derajat sedangkan untuk atasan di tempat kerja atau orang tua dan orang-orang yang di hormati lain nya pada sudut 70 derajat di ikuti dengan tutur bahasa yang sopan. Ketika memanggil orang yang lebih tua harus selalu menambahkan “san”, yang merupakan nama kehormatan untuk mereka.
2. Etika melepas sepatu Saat hendak masuk rumah
Kalau sobat Gulalives berkunjung ke restoran, maupun hotel yang terdapat rak sepatu di depannya, itu tandanya pengunjung wajib melepas sepatunya jika ingin masuk ke dalam. Sobat Gulalives harus melepas sepatu kemudian meletakkannya dengan rapih di rak yang telah tersedia. Biasanya akan disediakan sandal rumah yang bisa digunakan di dalam ruangan sebagai penggantinnya.Sebagian orang Jepang bahkan membawa sendiri sendal mereka. Ada juga sendal lain saat kita hendak masuk ke toilet. Jadi pastikan kita tidak lupa sehingga memakai sendal toilet di dalam rumah.Namun jika sobat Gulalives mengunjungi restoran atau tempat lainnya yang menggunakan lantai tradisional yang dikenal dengan tatami, para pengunjung tidak boleh menggunakan alas kaki apapun.
3. Menuangkan Air Minum
Ada sebuah tradisi yang sudah dilakukan turun temurun di negeri sakura, salah satunya adalah orang Jepang suka menuangkan air teh atau air lainnya ke dalam gelas orang lain. Biasanya aturan ini lebih sering digunakan saat pertemuan bisnis atau bersama orang-orang yang lebih tua. Orang Jepang juga sering mengadakan pesta minum atau biasa disebut nomikai.Jika orang Jepang telah menuangkan teh atau minumannya ke gelas kita, sebaiknya jangan langsung diminum. tunggu seseorang memberikan aba-aba dengan mengucapkan “kanpai” yang artinya “Cheers” baru sobat Gulalives boleh meminum.
4. Etika di Meja Makan
ketika Kita mengambil tempat duduk di depan meja makan, biasanya pelayan akan memberikan “oshibori” (handuk basah kecil) untuk membersihkan tangan. Etika makan merupakan hal yang ketat di Jepang. Namun yang unik adalah, kalau di budaya Jawa makan itu harus tenang dan hening, tapi kalau di Jepang kita diperbolehkan embaut bunyi saat menyantap makanan. Contohnya seperti menyeruput mie dengan kencang lalu mengahsilkan bunyi khas itu justru membuat koki atau tuan rumah mengetahui bahwa kalian menikmati makanan buatannya.
5. Sumpit
Jika berada di restoran Jepang, umumnya kita diharuskan untuk bisa menggunakan sumpit ketika makan. Orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit.
6. Jangan berjalan sambil makan
ini adalah salah satu aturan paling utama di negeri sakura. Jalan sambil makan dianggap sangat tidak sopan karena sobat sangat mungkin atau bisa saja menumpahkan makanannya kepada orang lain.
Jadi ketika sobat membeli sesuatu untuk dimakan, habiskan di depan tokonya atau cari tempat untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan.
7. Memberi Tip
Di beberapa negara memberi tip atau uang terima kasih dianggap tidak sopan dan sangat menghina, termasuk di Jepang. Sebagai pengganti uang tip, sobat Gulalives dapat memberi sebuah hadiah kecil yang dianggap lebih sopan. Alangkah baiknya kita telah mempersiapkannya sebelum ke Jepang. Misalnya dengan membeli kerajinan khan Indonesia yang mudah dibawa namun khas dan elegan. Dengan membawa hadiah kecil yang berupa produk khas Indonesia sendiri, kita telah mempromosikan hasil karya anak bangsa sekaligus menghemat. Ingat loh, barang-barang di Jepang bahkan untuk hanya sebuah hadiah kecil, harganya terbilang tidak murah juga.
8. Jangan duduk di trotoar
Sobat perlu menyadari ya, jangan mentang-mentang kita dilarang jalan sambil makan, lalu sobat duduk di trotoar. Jangankan sambil makan, duduk-duduk saja di trotoar setelah lelah berjalan atau ingin sejenak beristirahat itu sangat tidak disukai orang Jepang. Masyarakat Jepang sangat tidak menyukai kebiasaan ini karena sobat akan menghalangi jalan dan duduk tidak pada tempatnya.
9. Jangan jalan sambil merokok
Di Jepang, merokok ada tempatnya. Banyak rambu-rambu yang menyatakan di lokasi itu dilarang merokok. Bagi orang Jepang, berjalan sambil merokok dapat membahayakan orang lain dan bisa merusak baju atau sesuatu yang mereka bawa.
Jika sobat berada di bandara atau pusat perbelanjaan, biasanya ada ruangan kecil berbentuk kotak untuk merokok, jadi silahkan merokok di dalamnya.
10. Menyeberang hanya di Zebra Cross
Perhatikan bahwa betapa kecil jalanan di Jepang, akan selalu ada zebra crossnya. Tapi sobat Gulalives jangan langsung menyeberang. Sobat harus menunggu lampunya hijau baru bisa menyeberang jika tidak, bisa terjadi kecelakaan.
11. Jangan berjalan di lintasan sepeda
Penduduk Jepang gemar mengendarai sepeda maka pemerintah menyediakan jalur khusus bersepeda. Jadi jika sobat sedang berjalan, perhatikan tandanya, apakah kita sedang berada di lintasan sepeda atau tidak.
12. Bertelepon di kendaraan umum
Jika anda sering melakukan kebiasaan berbicara melalui telepon di dalam kendaraan umum seperti di gerbong kereta atau bis kota, sebaiknya Jangan melakukan hal itu di Jepang. Berbicara melalui telepon di dalam gerbong kereta dianggap tidak sopan dan dianggap menimbulkan kebisingan. Biasanya mayoritas orang Jepang yang ada di sekitar kejadian akan memperlihatkan respon terganggu jika ada yang melakukan hal tesebut.
Orang Jepang tidak suka mengganggu ketertiban dan keharmonisan suatu kelompok. Jadi perilaku seperti membuang ingus di depan orang lain, makan makanan disaat acara khusus dianggap sebagai suatu perilaku yang buruk di Jepang.
13. Jangan berjalan sambil menggunakan telepon
Peraturan yang satu ini termasuk masih baru karena terbukti mengakibatkan banyak kecelakaan. Sebenarnya aturan ini harus diterapkan di seluruh dunia tidak hanya di Jepang . Saat ini banyak orang tak berkonsentrasi saat berjalan karena begitu kecanduan pada smartphone.
Jadi bagi sobat Gulalives, sebaiknya berhati-hati saat berjalan. Jika harus segera menggunakan smartphone anda, Setidaknya carilah tempat untuk berhenti sebelum melanjutkan perjalanan
14. Jangan berfoto di tengah jalan
Aksi berfoto ria di jalan sering terlihat di persimpangan Shibuya dan menjadi trend untuk upload status di Instagram dan Facebook. Ketika lampu lalu lintas hijau menyala, tak jarang yang ingin berhenti di tengah jalan lalu berfoto karena mereka pikir itu adalah lokasi yang memiliki latar belakang foto yang bagus.
Seringnya, orang Jepang akan marah jika melihat hal itu dan kadang kala mereka mengeluarkan kata kasar karena menganggap kita tidak mengetahui sopan santun.
Jika ingin sekali berfoto di sana, sebaiknya sobat bisa mengambil foto di saat menunggu lampu lalu lintas menyala hijau. Tapi tolong ya, jangan di tengah jalan. Di samping sangat berbahaya juga bikin malu nama baik bangsa.
15. Buang sampah pada tempatnya dan di kategori yang tepat!
Sebagian orang sudah tahu bahwa di Jepang tidak banyak terdapat tong sampah di pinggir jalan. Itu karena mereka ingin membuat lingkungannya indah dan mengurangi perbuatan kriminal.
Walaupun di Jepang mereka tidak memiliki banyak tempat sampah tapi masyarakatnya tetap menjaga kebersihan dengan baik. Di mata orang Jepang berlaku aturan: sampahmu adalah sampah milikmu, jangan dibuang sembarang tempat. Bahkan jika itu kotoran peliharaanmu, harus tetap kalian simpan dan bawa pulang untuk dimasukkan ke tempat sampah milikmu di rumah.
Nah selain itu, sobat Gulalives juga harus membuang sampah sesuai dengan warna tong sampahnya. Jepang mempunyai sistem pengolahan yang memisahkan sampah menjadi beberapa tipe : sampah yang bisa dibakar dan tidak, botol kaca, botol plastik, kaleng, daur ulang, dan lainnya. Petugas sampah dari kotamadya akan mengumpulkan tipe sampah yang berbeda tiap harinya.
16. Tepat waktu
Orang Jepang terkenal sangat menghargai waktu. Selain menghagai waktu, orang Jepang sangat disiplin dalam mengerjakan apa saja.
Nah jika sobat Gulalives memilki janji dengan orang Jepang, maka datanglah tepat waktu. Selain itu, kenakan pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
17.Masker Muka
Di Jepang kita akan melihat banyak orang memakai masker muka, terutama saat musim gugur dan musim dingin. Masker itu membantu mereka supaya tidak sakit terkena udara dingin juga menghalau udara bagi sebagian orang yang memiliki masalah alergi. Jadi masker ini cukup penting digunakan saat berada di Jepang. Sobat Gulalives mau mencobanya?
18.Berbahasa Inggris
Mayoritas orang Jepang berpendapat orang asing tidak bisa berbahasa Jepang atau mungkin hanya tahu sedikit bahasa Jepang. Jadi sebagian masyarakat Jepang akan berusaha untuk berbicara dalam bahasa Inggris kepada kita. Mungkin akan sedikit sulit dimengerti karena orang Jepang memiliki aksen Jepang yang kuat. Sobat gulalives tak perlu tersinggung karena mereka hanya berusaha untuk menjadi rendah hati dan mencoba untuk bersikap sopan. Tapi juga mungkin sebagian orang tidak akan menggubris kita karena mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing.
19.Pemandian umum
Ada banyak spa dan pemandian umum di kota-kota dan daerah pedesaan di Jepang. Gaya mandi Jepang berbeda dengan di Barat atau di Indonesia. Pertama-tama, sobat Gulalives harus mencuci bagian tubuh kita sebelum masuk ke bak mandi untuk berendam. Pemandian umum “sento” adalah tempat yang tepat untuk bersantai. Tentu saja sobat juga harus terbiasa bertelanjang di depan orang lain. Kalau tidak sreg atau malu, ya lebih baik hindari saja berendam di pemandian umum.
20.Hindari Penggunaan Angka 4 (empat)
Di Jepang angka 4 adalah angka sial. Berbeda dengan kepercayaan orang Barat yang mengangap angka 13 adalah angka sial. Sobat Gulalive yang ingin memberi sesuatu kepada orang Jepang sebaiknya menghindari adanya unsur angka 4.
Nah Itulah beberapa tradisi dan aturan yang ada dan masih berlaku di Jepang. Sobat Gulalives yang ingin berkunjung ke Jepang ada baiknya mempelajari tradisi dan kebiasaan yang umum dilakukan masyarakat setempat. Sobat Gulalives tentunya tidak mau menimbulkan atau meninggalkan kesan negatif khan saat berkunjung ke Jepang. Apalagi yang kita temui dan kunjungi di Jepang adalah mitra bisnis penting, orang yang kita hormati atau sahabat dekat yang memiliki hubungan khusus dan pribadi dengan kita. Nah jika sudah paham, selamat menikmati keindahan alam, budaya, aneka kuliner dan kecanggihan teknologi yang dimiliki masyarakat Jepang.

Gulalives.com, JAKARTA
By:Firtra Ratory
21 January 2016

[ add comment ] ( 4 views ) permalink ( 2.9 / 34 )
Cerita Legenda Tradisional Jepang Paling Terkenal 

Akiba-chan dan Akiba-kei yang suka cerita cerita jepang, simak empat kisah jadul yang paling terkenal di seantero seluruh dunia berikut ini:
1.Momotaro
Momotarō adalah cerita rakyat Jepang yang mengisahkan anak laki-laki super kuat bernama Momotarō yang pergi membasmi raksasa. Diberi nama Momotarō karena ia dilahirkan dari dalam buah persik (momo), sedangkan “Tarō” adalah nama yang umum bagi laki-laki di Jepang.
Dari nenek, Momotarō mendapat bekal kue kibidango. Di perjalanan, anjing, monyet, dan burung pegar ikut bergabung sebagai pengikut Momotarō karena diberi kue.
Pada zaman dulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak dikaruniai anak. Ketika nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai. Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek. Dipotongnya buah persik itu, tapi dari dalamnya keluar seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Momotarō, dan dibesarkan kakek dan nenek seperti anak sendiri. Momotarō tumbuh sebagai anak yang kuat dan mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa. Pada waktu itu memang di desa sering muncul para raksasa yang menyusahkan orang-orang desa. Momotarō berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango. Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotarō secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar. Setelah menerima kue dari Momotarō, anjing, monyet, dan burung pegar mau menjadi pengikutnya. Di pulau raksasa, Momotarō bertarung melawan raksasa dengan dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Momotarō menang dan pulang membawa harta milik raksasa.
2.Kintaro



Kintaro adalah tokoh cerita rakyat Jepang berupa anak laki-laki bertenaga superkuat. Ia digambarkan sebagai anak laki-laki sehat yang memakai rompi merah bertuliskan aksara kanji Di tangannya, Kintaro membawa kapak (masakari) yang disandarkan ke bahu. Ia juga kadang-kadang digambarkan sedang menunggang beruang.
Cerita Kintaro dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki di Jepang. Kintaro dijadikan tema boneka bulan lima (五月人形 gogatsu ningyō) yang dipajang untuk merayakan Hari Anak-anak. Orang tua yang memajang boneka Kintaro berharap anak laki-lakinya tumbuh sehat, kuat, dan berani seperti Kintaro. Selain itu, Kintaro sering digambarkan menunggang ikan koi pada koinobori.
Cerita Kintaro konon berasal dari kisah masa kecil seorang samurai bernama Sakata Kintoki (坂田公時 atau 坂田金時?) dari zaman Heian. Menurut legenda, ibunya adalah seorang Yama-uba (wanita dari gunung, atau yamamba) yang hamil akibat perbuatan dewa petir Raijin. Kisah lain mengatakan, ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya dengan seekor naga merah.
3.Tamamo no Mae


Tamamo-no-Mae adalah tokoh legendaris dalam mitologi dan cerita rakyat Jepang. Dalam Otogizoshi, kumpulan prosa Jepang ditulis selama periode Muromachi, Tamamo-no-Mae diceritakan sebagai selir Kaisar Konoe yang bertahta dari tahun 1142 hingga 1155. Ia dikatakan sebagai wanita paling cantik dan pintar di Jepang. Tubuh Tamamo-no-Mae secara misterius mengeluarkan wangi harum, dan pakaiannya tidak pernah lusuh atau kotor. Tamamo-no-Mae tidak hanya cantik, tetapi ia berpengetahuan luas dalam berbagai bidang ilmu. Walaupun ia terlihat baru berusia dua puluh tahun, tak ada pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya dapat ia jawab, mulai dari mengenai musik hingga agama dan astronomi. Kecantikan dan kecerdasannya membuat setiap orang di Istana Kekaisaran kagum dengannya. Kaisar Konoe juga sangat mencintainya.
Kaisar Konoe mencurahkan semua cintanya kepada Tamamo-no-Mae hingga pada suatu waktu, kaisar tiba-tiba jatuh sakit secara misterius. Kaisar berkonsultasi dengan sejumlah besar bhiksu dan peramal untuk mencari penyebab penyakit yang dideritanya. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki jawabannya. Pada akhirnya, seorang peramal bintang bernama Abe no Yasuchika mengatakan kepada kaisar bahwa penyebab penyakitnya adalah Tamamo-no-Mae. Yasuchika menjelaskan bahwa Tamamo-no-Mae adalah seekor kitsune berekor sembilan yang menjelma menjadi wanita muda lagi cantik. Majikannya adalah seorang daimyo jahat yang sengaja membuat kaisar sakit agar dapat merebut tahta kaisar. Setelah mengetahui dirinya sedang diincar, Tamamo-no-Mae menghilang dari istana.
Kaisar memerintahkan panglima perang terkuat waktu itu, Kazusa-no-suke dan Miura-no-suke untuk memburu dan membunuh rubah (kitsune) jadi-jadian itu. Setelah sempat berhasil menghindar dari para pemburu, kitsune muncul dalam mimpi Miura-no-suke dalam wujud Tamamo-no-Mae yang cantik. Kitsune tahu bahwa dirinya akan dibunuh oleh Miura-no-suke pada keesokan harinya, dan memohon agar nyawanya diampuni kali itu. Miura-no-suke menolak.
Pagi keesokan harinya, para pemburu menemukan rubah di Dataran Rendah Nasu. Miura-no-suke memanahnya hingga makhluk ajaib itu terbunuh. Tubuh rubah berubah menjadi Batu Pembunuh (Sessho-seki, ) yang dapat mencabut nyawa siapa pun yang menyentuhnya. Arwah Tamamo-no-Mae berubah wujud menjadi Hoji dan menghantui batu tersebut.
Menurut legenda, batu di Nasu terus dihantui oleh Hoji hingga diusir oleh seorang bhiksu bernama Genno. Hoji mengancam Genno ketika bhiksu itu sedang beristirahat di dekat Batu Pembunuh. Genno melakukan ritual pengusir hantu, dan memohon agar Hoji mau diselamatkan. Hoji akhirnya menyerah dan bersumpah tidak akan menghantui batu itu lagi.
4.Urashima Taro

Urashima Tarō (浦島太郎) adalah legenda Jepang tentang seorang nelayan bernama Urashima Tarō. Ia diundang ke Istana Laut (Istana Ryūgū) setelah menyelamatkan seekor penyu.
Dalam catatan sejarah Provinsi Tango (Tango no kuni fudoki) terdapat cerita berjudul Urashima no ko tapi menceritakan tentang delapan bidadari yang turun dari langit. Selain itu, kisah Urashima Tarō disebut dalam Nihon Shoki dan Man’yōshū. Cerita yang sekarang dikenal orang adalah versi Otogizōshi asal zaman Muromachi. Seperti lazimnya cerita rakyat, berbagai daerah di Jepang masing-masing memiliki cerita versi sendiri tentang Urashima Tarō.
Kehidupan Urashima Tarō di Istana Laut seperti diceritakan dalam Otogizōshi dianggap tidak cocok untuk anak-anak, sehingga dipotong ketika dijadikan cerita anak. Pada tahun 1910, Kementerian Pendidikan Jepang memasukkan cerita Urashima Tarō ke dalam buku teks resmi bagi murid kelas 2 sekolah dasar, dan terus bertahan dalam buku teks selama 40 tahun.

[ add comment ] ( 3 views ) permalink ( 3.1 / 61 )
Membahas: Gion Matsuri, Acara Terbesar Musim Panas di Kyoto 

Tamasya ke daerah Kansai Jepang, rasanya tidak lengkap kalau tidak mengunjungi kota indah Kyoto yang memiliki sejarah penting dari Jepang.
Kota ini sangat dekat dengan area kansai lainnya, seperti Osaka, Kobe, Nara. Jadi kita bisa berkunjung ke berbagai tempat dengan mudah.
Hmm… ternyata selama musim panas, ada sebuah acara yang sangat bagus di Kyoto, namanya adalah Gion Festival atau Gion Matsuri.
Mengetahui Arti dan Makna Gion Festival
Festival Gion di Jepang disebut Gion Matsuri adalah festival musim panas terbesar di Kyoto, Jepang. Festival ini adalah salah satu dari 3 festival terbesar di Jepang.
Asal usul festival ini adalah untuk mengistirahatkan jiwa yang dilakukan oleh beberapa anggota keluarga kekaisaran yang mati tidak bersalah di abad ke-9.
Festival ini diadakan dalam jangka waktu yang sangat lama. Sebenarnya, itu diadakan sepanjang bulan Juli penuh, berarti 30 hari, sangat lama ya.
Dalam acara festival ini kita dapat melihat kuil berjalan yang indah yang disebut “hoko” dan “yama”.
Acara bagus dan hebat adalah Gion Matsuri adalah Yoiyama yang diadakan pada tanggal 14 hingga 16 Juli.
Selain Yoiyama, ternyata juga ada acara Yamahoko Junko, yang diadakan pada tanggal 17 Juli.
Cara Menikmati Keindahan Yoiyama
Sebenarnya, Yoiyama bukan acara utama dari festival Gion. tapi acara ini adalah malam festival Gion.
Namun, banyak orang yang berpikir Yoiyama adalah acara utama festival Gion.
Ini karena kita dapat melihat kuil portabel dari jarak dekat, sambil menikmati musik dan makanan dari float festival di malam hari.
Begitu banyak orang datang ke Yoiyama ini. Shijo street, jalan utama dari Kyoto surga pedestorian.
Namun, janganlah terkejut, jalan Shijo terlalu banyak dan ramai sehingga kita akan susah berjalan kaki.
Kuil berjalan ini benar-benar indah. Kebanyakan pendatang Jepang mengenakan gaun musim panas Jepang tradisional yang dinamai “Yukata.”
Yukata ini adalah versi ringkas dari Kimono. Kita juga dapat menikmati masakan tradisional Jepang yang lezat serta murah selama festival ini.
Menikmati Asyiknya Yamahoko Junko
Yamahoko Junko adalah acara utama yang sebenarnya dari festival Gion. Yamahoko Junko adalah parade dari 32 kuil portabel.
Pada saat acara ini berlangsung, sangat sedikit orang yang memakai Yukata. Ada suasana yang lebih serius daripada Yoiyama.
Kita akan melihat kuil berjalan yang benar-benar besar, sehingga parade memiliki sensasi dan kekuatan yang unik.
Yamahoko Junko juga sangat ramai. Maka ketika pergi untuk menonton Yamahoko Junko, kita akan susah menonton seluruh bentuk kuil portabel, ini karena terlalu ramainya kerumunan orang.
Acara ini diselenggarakan di bawah terik matahari, jadi hati-hatilah untuk menghindari gangguan panas pada kulit dan mata kia.
Betapa Indah dan Megahnya
Festival Gion adalah salah satu dari sedikit festival indah yang paling tradisional dan megah di Jepang.
Jadi jika kita ingin berlibur pada musim panas di Jepang, janganlah lupa menghadiri Gion Matsuri nan megah ini.



Posted on 26 Agustus 2014 by Sunda Al Jabar
[ add comment ] ( 4 views ) permalink ( 2.9 / 71 )
Legenda Tanabata  


Tanabata atau Festival Bintang adalah salah satu perayaan yang berkaitan dengan musim panas di Jepang, Tiongkok, dan Korea. Hampir seluruh pelosok Jepang merayakan festival ini dan perayaan yang paling meriah dilselenggarakan di kota Sendai. Namun sayang, gempa dahsyat telah memorakporandakan kota ini di bulan Maret 2011 sehingga tentunya akan ada perubahan dalam perayaan kali ini.
Perayaan Tanabata mulai dikenal di Jepang sejak zaman Edo (1603-1867). Peristiwa alam di awal bulan Juli. saat bintang Altair dan Vega bertemu di langit setelah terpisahkan selama satu tahun mengilhami masyarakat kuno di Cina untuk menjadikannya legenda percintaan antara sepasang kekasih. Di Jepang, legenda ini dikenal sebagai kisah cinta Orihime dan Hikoboshi dan perayaan pertemuan mereka dikenal dengan nama Tanabata dan menjadi ritual masyarakat yang menikmati langit malam di musim panas.

Legenda Tanabata di Jepang mengisahkan bintang Vega yang merupakan bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra sebagai Orihime, putri Dewa Langit yang pandai menenun. Bintang Altair yang berada di rasi bintang Aquila dikisahkan sebagai sebagai penggembala rajin bernama Hikoboshi . Walau awalnya tidak mendapat restu, kegigihan Hikoboshi untuk menikahi Orihime meluluhkan hati Dewa langit.
Sayang, setelah menjadi suami istri, pasangan ini lebih sering bersenang-senang dan bermalas-malasan sehingga Orihime tidak lagi menenun dan Hikoboshi tidak lagi menggembala. Dewa Langit yang murka memisahkan keduanya dengan Amanogawa (sungai Amano/galaksi Bima Sakti) di antara mereka. Pasangan ini hanya diizinkan bertemu setahun sekali di malam hari ke-7 bulan ke-7 setelah mereka bekerja keras selama setahun. Ketika mencoba untuk saling berjumpa ternyata sungai tanpa jembatan itu sulit dilalui sehingga Orihime menangis. Sekawanan burung kasasagi mendengar tangisan ini dan membentangkan sayap untuk membentuk jembatan. Namun, jika hari hujan, burung-burung itu tidak akan datang dan pasangan ini terpaksa menunggu hingga setahun ke depan.
Ada versi yang menceritakan agar hujan tidak turun pada tanggal tersebut, sejak semalam sebelumnya pasangan ini memohon kepada Dewa Bintang dengan menuliskan sajak-sajak harapan diatas secarik kertas warna warni yang disebut 'Tanzaku' untuk digantungkan di batang pohon bambu. Batang pohon bambu ini dipercaya akan tumbuh menjulang ke langit sehingga permohonan mereka pun akan terbaca oleh Dewa Bintang.

Selain cerita di atas, ternyata ada cerita versi lain lo. Tentunya kita sudah tidak asing dengan legenda Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari dan kemudian menikahi bidadari itu. Nah, cerita versi ke-2 mirip dengan ceritanya Jaka Tarub. Hanya saja ada tambahan di akhir. Yakni Hikoboshi (Jaka Tarub-nya Jepang) diminta membuat 1000 sandal dari jerami dan menanamnya di sekitar pohon bambu oleh sang bidadari Orihime saat Orihime kembali ke kahyangan setelah menemukan selendangnya.
Tiba – tiba pohon bambu itu bertambah besar dan tinggi dalam seketika. Pohon itu terus tumbuh tinggi hingga hampir menyentuh langit. Kengyu alias Hikoboshi tidak menyadari karena ia begitu ingin bertemu dengan Orihime, ia hanya membuat 999 sandal jerami. Kurang sedikit lagi saja, maka pohon itu bisa mencapai pintu gerbang kahyangan. Kengyu tidak bisa masuk, ia hanya bisa berteriak – teriak memanggil nama istrinya, “ Orihime…Orihimeee “.
Orihime akhirnya mendengar teriakan suaminya dan menarik suaminya naik ke kahyangan. Kengyu sangat bahagia bisa berjumpa dengan istrinya lagi, begitu juga dengan Orihime.
Sayangnya ayah Orihime tidak menyukai menantunya. Beliau tidak suka anaknya menikahi manusia biasa. Dengan harapan untuk dapat memisahkan anaknya dan Kengyu, ayah Orihime memberi Kengyu tugas yang berat. ” Jagalah ladang melon milik para dewa selama tiga hari dan tiga malam ” sabda ayah Orihime. Orihime yang turut mendengar perintah ayahnya, diam – diam menemui Kengyu untuk memberi petunjuk. ” Ladang melon para dewa sangat luas dan matahari akan bersinar sangat terik. Kau akan menjadi sangat haus, meskipun begitu, jangan sekali – kali kau memakan buah melon para dewa tersebut. Sesuatu yang buruk akan terjadi pada kita jika kau memakan buah itu.” kata Orihime. Kengyu berjanji untuk mematuhi nasehat istrinya.
Pada hari ketiga, Kengyu tak kuasa menahan rasa lelah dan haus akibat panas matahari yang terus menerus bersinar. Ia mengambil sebuah melon dan membelahnya. Begitu melon itu terbelah, air mengucur deras dari dalam melon itu dan membentuk sebuah sungai yang mengalir deras. Lalu muncul sebuah kekuatan tak terlihat yang menarik Kengyu dan mengembalikannya lagi ke bumi. Ia tidak bisa kembali ke kahyangan lagi karena aliran sungai deras tadi.
Orihime menangis sedih karena kehilangan suaminya, dia meratap dan memohon pada ayahandanya untuk dapat dipersatukan lagi dengan suaminya. Akhirnya ayah Orihime jatuh kasian dan mengizinkan Orihime bertemu Kengyu satu kali dalam setahun, yaitu pada malam tanggal 7 Juli. Orihime dan Kengyu kemudian menjelma menjadi bintang di langit, bintang Vega dan Altair. Setiap tanggal 7 Juli malam, kedua bintang ini akan bersinar dengan terang dan indahnya dan saling bertemu di gugusan bima sakti. Gugusan bima sakti ini adalah sungai yang diciptakan oleh ayah Orihime.

Itulah legenda asal-usul perayaan Tanabata di Jepang. Pada awalnya, masyarakat merayakan Tanabata untuk turut berdoa agar malam hari tersebut langit cerah sehingga Orihime dan Hikoboshi bisa bertemu.
Namun, seiring berjalannya waktu, tampaknya masyarakat lebih mementingkan kebiasaan pasangan kekasih yang menuliskan harapan-harapan mereka di atas secarik kertas berwarna warni dan menggantungkannya di batang pohon bambu dengan harapan doa mereka terkabul.
Penulisan dan penggantungan secarik kertas harapan ini berakhir ketika 'Obon Matsuri' (Festival Arwah) dimulai pada bulan Agustus. Pohon bambu yang sudah digantungi banyak kertas harapan, umumnya akan dilarung ke sungai sebagai perlambang kemalangan atau nasib buruk yang hanyut terbawa oleh air dan doa yang akan terkabul.

(NY dari berbagai sumber)
Sumber Berita: www.j-borneo.com

[ add comment ] ( 4 views ) permalink ( 3 / 69 )
Nih Negara dengan Jumlah Jam Sekolah Terlama di Dunia, Indonesia? 


Belum genap sebulan dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang merupakan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang membuat gebrakan baru. Rencananya memanjangkan jam sekolah untuk jenjang SD dan SMP langsung menjadi kontroversi. Beberapa pihak yang mendukung program ini mengatakan bahwa menghabiskan hari di sekolah membuat anak terbebas dari pergaulan yang buruk. Bahkan Jusuf Kalla menyetujui rencana ini.
Kubu penentang kebijakan ini mengatakan bahwa dengan terlalu banyak di sekolah siswa jadi terbebani. Pulang terlalu sore juga menyebabkan pendidikan di dalam rumah terhambat. Akhirnya siswa jadi terlalu kecapaian dan tidak bisa menangkap materi yang diajarkan secara sempurna. Terlepas dari jadi atau tidaknya rencana tersebut, inilah beberapa negara dengan jumlah jam sekolah terlama di dunia.
Tiongkok (7,5 Jam)
Sebagai negara yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara, Tiongkok menerapkan kebijakan pendidikannya dengan penuh pertimbangan. Biasanya Tiongkok memulai tahun ajarannya di bulan September dan akan berakhir pada Juli tahun berikutnya. Semua siswa khususnya di SMP dan SMA akan belajar dari pagi pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 17.00.
Tiongkok [image source]Setiap hari siswa akan diberi pelajaran drill pelajaran terutama teknologi komputer, matematika, dan juga Bahasa Mandarin. Pada program tertentu, siswa di Tiongkok juga dituntut untuk kreatif dan juga melakukan inovasi-inovasi baru. Oh ya, jam makan siang di sekolah-sekolah Tiongkok biasanya berjalan selama 2 jam sehingga siswa bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pelajarannya lagi hingga selesai.
Korea Selatan (7 Jam)
Korea Selatan adalah negara selanjutnya yang memiliki jam sekolah paling banyak untuk siswanya. Rata-rata siswa tingkat menengah menghabiskan waktu 7-8 jam di sekolah. Jam pelajaran setiap hari dimulai pada pukul 08.00 dan baru selesai pada pukul 16.00 atau 18.00 jika siswa memiliki jam tambahan seperti untuk kegiatan club atau ekstrakurikuler.
Korea Selatan [image source]Pulang dari sekolah, biasanya siswa di Korea Selatan akan melakukan les di beberapa tempat. Mereka biasanya selesai les pada pukul 21.00 setiap hari jika mereka ingin menguasai semua materi yang diajukan. Tuntutan belajar yang sangat tinggi di Korea Selatan kadang membuat siswa suka bolos atau putus sekolah karena tidak mampu menanggung beban. Jadwal sekolah yang padat lalu dibarengi les membuat mereka tidak memiliki waktu untuk beristirahat.
Jepang (7 Jam)
Siswa di Jepang biasanya masuk sekolah pada pukul 08.30 dan pulang pada pukul 15.30. Setelah jam pelajaran berakhirnya sebagian besar siswa akan ikut ekstrakurikuler hingga menghabiskan waktu lebih lama di sekolah. Biasanya batas waktu stay di sekolah adalah pukul 19.00, setelah itu sekolah akan mulai dikunci oleh pihak keamanan.
Jepang [image source]Sekolah di Jepang biasanya dimulai pada April bersamaan dengan musim semi. Memasuki musim panas, banyak sekolah di Jepang memberlakukan libur atau sekolah musim panas bagi mereka yang membutuhkan. Siswa yang tidak mendapatkan jatah jam pelajaran tambahan akan banyak melakukan arubaito atau bekerja paruh waktu selama musim panas untuk tambahan uang jajan dan mencari pengalaman kerja.
Singapura (6,5 jam)
Negara terakhir yang memiliki jam sekolah terbanyak di dunia adalah Singapura. Negeri dengan kualitas pendidikan terbaik di Asia ini memulai jam belajar pada pukul 08.30 dan selesai pada pukul 16.00. Di siang hari, siswa mendapatkan sekitar satu jam waktu istirahat untuk makan siang atau melakukan aktivitas lain di luar jam sekolah.

Singapura [image source]Meski setiap hari hanya menghabiskan 6,5 jam saja, rata-rata setiap siswa di Singapura menghabiskan waktu untuk pekerjaan rumah sekitar 1,5-2 jam seharinya. Dari sini terlihat jelas bahwa siswa di Singapura harus berjuang dengan sekuat tenaga selama 8 jam sehari agar mendapatkan prestasi yang sangat baik.
Di Indonesia, jam pelajaran selama sehari hanya 6 jam saja setiap harinya. Pemberlakuan program full day tentu membuat sebagian siswa menjadi terkejut karena tidak terbiasa belajar atau berada di sekolah untuk waktu yang sangat lama. Kalau program ini benar-benar diimplementasikan, Anda mendukung atau menolak?

oleh Adi Nugroho
14:19 PM on Aug 23, 2016


[ add comment ] ( 3 views ) permalink ( 3 / 82 )

| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | Next> Last>>